Proyek Jalan di Boru Curug Banyak Telan Korban “Diduga Proyek Asal-asalan”

by

Serang, 20-12-2018

Dengan adanya sering terjadi kecelakaan, warga mengeluhkan soal pekerjaan proyek jalan di Jalan Raya Petir sepanjang empat kilometer. Pasalnya proyek tersebut terkesan asal-asalan sehingga banyak menelan korban jiwa.

Dalam hal ini proyek pengerjaan Jalan Raya Petir yang mulai dikerjakan dari Lampu Merah Boru sampai dengan Kampung Tinggar, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang. “Namun dilokasi terakhir, proyek tersebut masih terbengkalai karena ada jarak kurang lebih sekitar 30 meter jalan yang belum dibetonisasi.

Dengan ini akibatnya, terdapat gundukan jalan setinggi 30 centimeter karena diduga proyek ini tidak dikerjakan secara tuntas.

Ironisnya, kondisi proyek jalan tersebut mengakibatkan sejumpah pengguna jalan atau pengendara terutama sepeda motor sering mengalami kecelakaan di lokasi ini.

Pembangunan proyek jalan ini juga membuat warga disekitar khawatir. Warga sekitar beberapa kali sering melihat para pengendara motor terjatuh saat melintas dilokasi jalan tersebut. Kondisi ini makin diperparah jika sudah memasuki malam hari, dengan kondisi jalan gelap gulita karena tidak adanya fasilitas penerangan dilokasi tersebut.

“Banyak yang kecelakaan, Pak. Apalagi yang mengendarai motor. Soalnya, dari arah Boru, dia kira jalan ini bagus terus. Tahunya, di sini (Menunjukan lokasi gundukan jalan-red) tinggi jalannya beda. “Jadi pada kaget kalau yang baru lewat mah,” Kata Iyang, warga setempat, Kamis (20/12/2018).

Kondisi paling parah, kata Iyang, terjadi pada saat ia melihat dua orang yang mengendarai motor mengalami kecelakaan di lokasi itu. Bahkan, seorang perempuan yang dibonceng di motor tersebut, harus meregang nyawa setelah kepalanya terbentur badan jalan.

“Waktu itu kejadiannya sekitar jam 1 dini hari. Dari dalam rumah saya dengar ada suara benturan yang keras. Saya sudah tahu pasti ada kecelakaan di depan rumah. Waktu itu juga kondisinya sepi, saya langsung panggil tetangga, korbannya kita bawa ke puskesmas. Tapi dia tidak ketolong,” ujar Iyang.

Fauzi dan warga lainnya berharap agar pemerintah setempat segera merampungkan proyek pembangunan jalan tersebut. Sebab, mereka khawatir jika terus dibiarkanb akan timbul korban lain yang diakibatkan oleh kondisi jalan yang belum selesai dibangun.

“Kami juga sudah sering melaporkan kejadian ini ke yang mengerjakan jalan. Tapi tidak pernah digubris. Biasanya, kecelakaan di sini pas malam sampai subuh. Soalnya kan gelap, lampu penerangan jalan juga belum ada,” paparnya.

Dilain tempat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Banten Hadi Soeryadi memastikan, akan memberikan tindakan tegas kepada pihak kontraktor jika memang terdapat kesalahan atas proyek pengerjaan jalan tersebut. Bahkan, Hadi tidak segan-segan untuk memutus kontrak jika memang kesalahannya juga berat.

“Saya baru dapat laporan seminggu yang lalu dari masyarakat. Saya sudah intruksikan kepada PPTK untuk mengecek dan memanggil kontraktor, kemudian melihat kondisinya seperti apa. Saya juga memerintahkan agar menemui pihak keluarga yang mengalami kecelakaan. Tentunya dalam hal ini kita akan tindak secara tegas kalau terdapat kesalahan,” jelas Hadi. (wan/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This Blog will give regular Commentators DoFollow Status. Implemented from IT Blögg